Beberapa komika melaporkan hak atas Open Mic

Kamis (25/8/2022), beberapa komedian dari Persatuan Stand Up Indonesia berkumpul di Pengadilan Niaga Pusat Jakarta. Ernest Prakasa, Pandji Pragiwaksono dan Adjis Doaibu mengajukan gugatan pembatalan merek “Open Mic Indonesia” yang terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

“Hari ini saya mengajukan gugatan atas nama rekan-rekan komedian di Indonesia atas pembatalan merek ‘Open Mic Indonesia’ yang telah mendapat sertifikat merek dari DJKI,” kata Adjis Doaibu, presiden Asosiasi Standup Indonesia.

Menurut Adjis, pihaknya harus menggugat karena menurutnya “Open Mic” adalah istilah umum dalam industri hiburan yang memang hanya dimiliki oleh publik.

“Kami terpaksa melakukan ini karena istilah ‘open mic’ jelas merupakan istilah umum dalam industri hiburan yang telah dibajak dan dimonopoli hanya oleh satu pihak. Kami kemudian mengeluarkan surat panggilan untuk melarang pihak lain menyelenggarakan acara yang disebut ‘Open mic’. ‘. Mikrofon,” kata Argis.

Adjis menambahkan, pendaftaran merek “Open Mic” hanya akan mengganggu dan membatasi komedian yang ingin berkarya.

“Tidak hanya lelucon yang sangat membosankan, tetapi juga sangat mengganggu dan mengganggu komedian, penyelenggara acara, dan pemilik kafe dan restoran,” kata Agis.

“Dengan gugatan ini, kami berharap sekali lagi bisa mengembalikan ‘open microphone’ ke publik,” lanjutnya.

Panji Prasetyo, pengacara dari Asosiasi Stand Up Indonesia, mengatakan pendaftaran merek “Open Mic Indonesia” melanggar hukum.

“Pendaftaran merek ‘Open Mic Indonesia’ itu melanggar Pasal 20(a) dan Pasal 21(3) UU Merek. Pada 20-20/2016, karena didasari itikad buruk dan mengganggu ketertiban umum, kami meminta pengadilan Batalkan merek tersebut,” kata Panji Prasetyo.

Para pihak yang digugat oleh Stand Up Indonesia adalah Ramon Papana, pemilik merek “Open Mic Indonesia”, sebagai tergugat, dan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual sebagai tergugat bersama.

Setelah gugatan pembatalan merek didaftarkan, Pengadilan Niaga memiliki waktu 90 hari untuk meninjau dan mengadili gugatan tersebut berdasarkan Pasal 20 UU Merek pada 20 Februari 2016. Komedian akan terus mengawal proses gugatan tersebut, dengan tagar #OpenMicMilikPublik di media sosial.